|
Siaran Pers |
Jakarta, 2026 — Indonesia Financial Group (IFG) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk “Navigating Uncertainties Emerging from Conflict in the Middle East: Business Impact and Strategic Response” sebagai langkah antisipatif dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks. Forum ini dibuka oleh Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, serta dihadiri oleh seluruh direktur utama dan direktur yang membawahi fungsi bisnis di lingkungan anggota holding.
Rakor ini menjadi ruang strategis bagi IFG untuk mengkonsolidasikan langkah dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap industri jasa keuangan, khususnya sektor asuransi dan penjaminan.
Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menegaskan bahwa ketidakpastian global saat ini menuntut kesiapan industri dalam mengelola risiko secara lebih adaptif dan terukur.
“Situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, memberikan tekanan yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan industri keuangan. Oleh karena itu, diperlukan respons strategis yang terintegrasi, berbasis manajemen risiko yang kuat, serta penguatan sinergi di dalam holding,” ujarnya.
Dalam pembahasan, IFG mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang perlu diantisipasi. Pertama, peningkatan risiko dan premi asuransi sebagai dampak dari volatilitas global yang mendorong penyesuaian harga dan pengelolaan risiko yang lebih ketat. Kedua, tekanan inflasi dan potensi perlambatan ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta kinerja sektor riil.
Selain itu, IFG juga mencermati potensi tingginya tingkat klaim sebagai konsekuensi dari meningkatnya eksposur risiko di berbagai sektor. Kondisi ini menuntut penguatan disiplin underwriting, optimalisasi reasuransi, serta pengelolaan cadangan yang lebih prudent. Di sisi lain, penyesuaian strategi portofolio menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis di tengah ketidakpastian.
Sebagai respons, IFG mendorong implementasi transformasi bisnis yang terarah melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko (Governance & Risk Excellence), optimalisasi portofolio dan ekspansi bisnis secara selektif (Business Transformation & Growth), serta penguatan ekosistem layanan berbasis kebutuhan pelanggan (Customer-Centric Ecosystem). Seluruh langkah ini diarahkan untuk memastikan keberlanjutan nilai (Sustainable Value Creation) dalam jangka panjang.
Melalui Rakor ini, IFG juga menegaskan pentingnya creating intra-group synergies sebagai kekuatan utama holding dalam menghadapi tekanan global. Kolaborasi lintas entitas diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas, serta memperkuat daya tahan industri terhadap berbagai skenario risiko.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, IFG berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui pendekatan yang berbasis prinsip kehati-hatian, tata kelola yang kuat, serta inovasi berkelanjutan. Rakor ini menjadi momentum penting dalam memastikan bahwa seluruh strategi yang dijalankan tetap adaptif, terukur, dan selaras dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional.