|
Siaran Pers |
| BRISK Walk 2026: IFG Perkuat Kebersamaan Insan Penjaminan Syariah dalam Proses Transformasi Industri |
Kegiatan yang diikuti 300 peserta ini menegaskan pentingnya penguatan people integration sebagai fondasi transformasi dan penguatan industri penjaminan syariah nasional.
Jakarta, 4 Juli 2026 – Indonesia Financial Group (IFG) terus memperkuat fondasi transformasi industri asuransi dan penjaminan melalui penguatan kolaborasi, budaya kerja, dan integrasi sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan BRISK Walk 2026 yang diikuti sekitar 300 pegawai PT Askrindo Syariah dan PT Jamkrindo Syariah dengan menempuh rute sepanjang 3,5 kilometer.
Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko, Direktur Utama Askrindo, Direktur Utama Jamkrindo, serta perwakilan Direksi Jasindo ini menjadi ruang interaksi yang terbuka dan kolaboratif untuk memperkuat kebersamaan, membangun rasa saling percaya, serta menumbuhkan semangat kolektif di antara seluruh insan penjaminan syariah. Penguatan aspek sumber daya manusia tersebut menjadi bagian penting dalam proses transformasi dan penguatan ekosistem asuransi dan penjaminan di lingkungan IFG.
Dalam sambutannya, Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menyampaikan bahwa integrasi manusia dan budaya merupakan fondasi utama sebelum dilakukannya integrasi bisnis. Menurutnya, membangun satu semangat, satu visi, dan satu budaya kerja bersama menjadi kunci dalam menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Saat ini, Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah merupakan dua perusahaan penjaminan syariah terbesar di Indonesia yang telah menunjukkan kinerja positif dan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan industri penjaminan nasional. Pada tahun buku 2025, Jamkrindo Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp141,03 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp54,11 miliar pada tahun sebelumnya, dengan total aset mencapai Rp2,46 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,41 triliun. Sementara itu, Askrindo Syariah mencatatkan laba sebesar Rp163,18 miliar, meningkat 19,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset sebesar Rp3,28 triliun dan ekuitas mencapai Rp1,17 triliun. Kedua perusahaan juga berhasil menyelesaikan laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hexana menegaskan bahwa kinerja tersebut menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang lebih besar. Penguatan sinergi diyakini akan menghasilkan nilai tambah melalui peningkatan kapasitas permodalan, perluasan jaringan dan pangsa pasar, penguatan produk dan manajemen risiko, serta optimalisasi digitalisasi, operasional, dan efisiensi skala ekonomi.
"Melalui penguatan sinergi, kita ingin membangun institusi penjaminan syariah yang lebih kuat, lebih kompetitif, dan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Yang terpenting, kita membangun fondasi kebersamaan sebagai satu tim dan satu keluarga besar sebagai modal utama dalam menjalankan transformasi ke depan," ujar Hexana.
BRISK Walk 2026 menjadi simbol komitmen bersama seluruh insan Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, sekaligus memperkuat kebersamaan sebagai bagian dari proses transformasi dan streamlining perusahaan asuransi dan penjaminan di ekosistem IFG.