|
Siaran Pers |
Gandeng BPKP, IFG bekali talenta muda dengan kompetensi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan untuk mendukung transformasi bisnis serta konsolidasi industri asuransi dan penjaminan.
Jakarta, 15 Oktober 2026 – Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kepemimpinan. Langkah ini merupakan bagian dari perubahan orientasi perusahaan dari financial driven menuju purpose driven, dengan menempatkan tata kelola, pengelolaan risiko, dan penguatan kapabilitas organisasi sebagai fondasi untuk memperkuat ketahanan finansial serta menciptakan nilai berkelanjutan.
Sebagai implementasi strategi tersebut, IFG melalui IFG Corporate University menyelenggarakan Officer Development Program (ODP) untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan (future leaders) di lingkungan IFG Group. Dalam salah satu agenda pembelajaran bertajuk “GRC Fundamentals for IFG’s Future Leaders”, IFG menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai pemateri untuk membekali para peserta ODP dengan pemahaman fundamental mengenai Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC), yang diharapkan mendukung aktivitas operasional dan pengambilan keputusan sehari-hari.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menyampaikan bahwa transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas SDM, kepemimpinan, dan budaya kerja. Hal tersebut semakin relevan sejalan dengan mandat Danantara Indonesia kepada IFG untuk mengoordinasikan dan melaksanakan konsolidasi serta streamlining perusahaan-perusahaan dalam klaster asuransi dan penjaminan, baik di lingkungan IFG maupun ekosistem Danantara Indonesia.
“Transformasi IFG dari financial driven menuju purpose driven membutuhkan talenta yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, kesadaran risiko, dan pemahaman tata kelola yang kuat. Dengan mandat konsolidasi dan streamlining dari Danantara Indonesia, kami perlu memastikan kesiapan SDM dan kepemimpinan yang mampu mendukung penguatan organisasi, menjaga keberlangsungan bisnis, serta menciptakan nilai berkelanjutan,” ujar Denny.
Menurut Denny, keterlibatan BPKP menjadi bagian dari upaya IFG memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik GRC, khususnya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kesadaran risiko, serta memastikan setiap proses bisnis dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan.
“Kami ingin membangun generasi pemimpin IFG yang menjadikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Melalui pembelajaran bersama BPKP, para talenta muda diharapkan mampu mengidentifikasi dan memitigasi risiko secara proaktif, mengambil keputusan secara prudent, serta menjaga kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan,” tambah Denny.
Ke depan, IFG akan terus memperkuat pengembangan talenta sebagai bagian integral dari transformasi bisnis, termasuk dalam mendukung agenda konsolidasi dan streamlining untuk membangun industri asuransi dan penjaminan yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing. Melalui penguatan kapabilitas SDM, budaya kerja berbasis tata kelola, serta orientasi pada kebutuhan pelanggan (customer centricity), IFG berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.