|
Siaran Pers |
| IFG Dukung Indonesia Rendezvous 2026, Dorong Penguatan Kepercayaan dan Perluasan Perlindungan Asuransi |
Melalui ekosistem bisnisnya, IFG memperkuat sinergi industri untuk meningkatkan literasi, memperluas akses perlindungan, dan mendorong pertumbuhan asuransi yang berkelanjutan.
Nusa Dua, Bali, 15 Oktober 2026 – Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, bersama anggota holding Jasa Raharja, Askrindo, Jasindo, dan Jasaraharja Putera mendukung penyelenggaraan The 30th Indonesia Rendezvous 2026 yang digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Nusa Dua, Bali, pada 12–15 Oktober 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen IFG dalam mendorong penguatan industri asuransi nasional melalui peningkatan kepercayaan masyarakat, perluasan akses perlindungan, serta pengembangan ekosistem industri yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Memasuki tiga dekade penyelenggaraan, forum tahunan industri asuransi dan reasuransi berskala internasional ini mengusung tema “Building Confidence: Driving Sustainable Growth and Resilience in the Insurance & Reinsurance Landscape”. Tahun ini, Indonesia Rendezvous mencatatkan partisipasi 873 peserta dari 22 negara, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang melibatkan 20 negara. Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara, termasuk kawasan Asia Pasifik, mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pusat dialog dan kolaborasi industri asuransi serta reasuransi regional.
Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji menyampaikan bahwa dukungan IFG terhadap Indonesia Rendezvous 2026 sejalan dengan agenda transformasi industri asuransi dan penjaminan yang tengah dijalankan perusahaan melalui penguatan tata kelola, kapasitas bisnis, serta pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Transformasi industri asuransi tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan industri membangun kepercayaan dan menghadirkan manfaat perlindungan yang semakin luas bagi masyarakat. Melalui momentum Indonesia Rendezvous, IFG mendukung penguatan kolaborasi antar pelaku industri untuk menciptakan ekosistem asuransi yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Denny.
Salah satu perhatian dalam pengembangan industri asuransi adalah perluasan perlindungan melalui berbagai potensi produk, antara lain asuransi wajib kendaraan bermotor, asuransi pertanian berbasis cuaca, serta perlindungan kecelakaan bagi wisatawan di kawasan ASEAN. IFG memandang pengembangan tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan penetrasi asuransi sekaligus memperluas manfaat perlindungan terhadap berbagai risiko yang dihadapi masyarakat. Dalam ekosistem IFG, IFG Life, Asuransi Jasindo dan Jasaraharja Putera memiliki kapabilitas serta portofolio produk yang relevan dengan sejumlah kebutuhan perlindungan tersebut, sehingga dapat mendukung pengembangan solusi asuransi yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Melalui ekosistem IFG, kami terus mendorong penguatan literasi dan inklusi asuransi yang disertai peningkatan kualitas layanan serta inovasi produk. Bagi kami, literasi harus mampu diterjemahkan menjadi pemahaman terhadap risiko dan keputusan masyarakat untuk memiliki perlindungan yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, sinergi antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri menjadi sangat penting agar pertumbuhan industri tidak hanya tercermin dari indikator bisnis, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh manfaat nyata dari asuransi,” tambah Denny.
Ketua AAUI Budi Herawan mengapresiasi dukungan dan kontribusi ekosistem IFG dalam memperkuat industri asuransi nasional, khususnya melalui edukasi serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi. “Kami mengapresiasi peran dan dukungan ekosistem IFG yang secara konsisten berkontribusi dalam memperkuat literasi asuransi di Indonesia. Ke depan, tantangan industri bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai asuransi, tetapi juga memastikan pemahaman tersebut diikuti oleh semakin banyak masyarakat yang benar-benar memanfaatkan produk perlindungan. Kolaborasi seperti ini menjadi penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan industri asuransi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Budi.