IFG Building
Economic Bulletin

18 November 2025

Special Issue FGD Asuransi Syariah 2025: Peluang dan Tantangan Asuransi Syariah di Indonesia

Publication Image

5 MENIT BACA

Topik Terkait

Asuransi

Kinerja asuransi jiwa dan umum syariah menunjukkan tren peningkatan, namun pangsa pasar terhadap total industri masih relatif kecil dibandingkan asuransi konvensional, yang menandakan ruang pertumbuhan yang masih besar, terlebih demografi penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Sebagai upaya memperdalam pemahaman mengenai kondisi industri asuransi syariah serta merumuskan strategi pengembangannya, IFG Progress menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) ""Peluang dan Tantangan Asuransi Syariah"" pada 22 Oktober 2025. FGD ini menghadirkan asosiasi, pelaku industri, akademisi, serta organisasi masyarakat Islam seperti NU dan Muhammadiyah sebagai forum lintas pemangku kepentingan untuk menghimpun perspektif, pengalaman praktis, serta masukan terhadap isu-isu kunci asuransi syariah. Tantangan utama asuransi syariah meliputi terbatasnya diferensiasi produk dari produk konvensional, minimnya permodalan, serta tekanan regulasi seperti double compliance cost (kepatuhan terhadap OJK dan DSN–MUI) yang menambah kompleksitas tata kelola dan biaya kepatuhan. Di luar itu, rendahnya literasi masyarakat tetap menjadi hambatan besar dalam memperluas penetrasi dan kebutuhan terhadap produk asuransi syariah. Peluang pengembangan asuransi syariah terletak pada kolaborasi dan integrasi dengan ekosistem halal, penguatan kemitraan strategis dengan lembaga keuangan syariah dan organisasi masyarakat, serta penetrasi ke segmen keluarga muda muslim. Ketiganya menjadi kunci untuk memperluas basis nasabah, memperkuat nilai social-ekonomi umat, dan membangun keberlanjutan industri secara inklusif. Penguatan industri asuransi syariah dapat ditempuh melalui tiga kebijakan strategis: (i) meningkatkan literasi dan kesadaran publik melalui edukasi tersegmentasi, narasi komunikasi kontekstual, dan kolaborasi dengan ormas Islam; (ii) memperkuat diferensiasi produk dengan menonjolkan nilai islami, transparansi, dan fitur inovatif; serta (iii) memperdalam sinergi kelembagaan dengan DSN–MUI, OJK, pelaku industri halal, dan ormas Islam sebagai mitra distribusi untuk memperluas jangkauan dan memperkuat integrasi halal value chain, serta meningkatkan kapasitas industri secara berkelanjutan.
Special Issue FGD Asuransi Syariah 2025: Peluang dan Tantangan Asuransi Syariah di Indonesia
Unduh IFG Logo IFG Logo
Summary Image