IFG Building
Economic Bulletin

29 Desember 2023

Potret Risiko pada Sektor Jasa Keuangan dan Sektor Riil Tahun 2023

Publication Image

5 MENIT BACA

Topik Terkait

Tidak ada topik tersedia

  • Disrupsi yang terjadi pada semua aspek bisnis baik pada tingkat global, regional maupun nasional memaksa perusahaan terus beradaptasi untuk mempertahankan market share-nya.
  • Tantangan ini memerlukan penerapan manajemen risiko agar perusahaan bisa mengambil kebijakan yang tepat dan dengan pertimbangan yang matang atas potensi risiko yang terjadi baik dari sisi internal maupun eksternal.
  • Untuk memahami hal-hal di atas, Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) dan IFG Progress menyelenggarakan Survei Manajemen Risiko Nasional untuk melihat kesiapan menghadapi risiko untuk perusahaan-perusahaan di sektor jasa keuangan dan sektor riil.
  • Survei ini diselenggarakan secara daring pada periode 4 Februari 2023 sampai dengan 12 Maret 2023 dengan metode sampling snowball mengumpulkan 590 responden yang terdiri dari 368 responden bekerja di sektor jasa keuangan dan 222 responden bekerja di sektor riil.
  • Secara spesifik, di sektor jasa keuangan, responden cenderung menempatkan risiko keamanan data dan informasi/kejahatan siber sebagai top risk baik dari sisi kemungkinan terjadinya maupun dampaknya terhadap bisnis. Sebaliknya sektor riil memiliki top risk yang beragam tergantung jenis industrinya. Selain isu kemanan siber di atas, risiko kenaikan ongkos produksi dan pelemahan mata uang termasuk top risk untuk beberapa industri manufaktur.
  • Survey ini juga menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi top risk pada sektor jasa keuangan cenderung lebih baik dibandingkan kesiapan sektor riil.
  • Keterbatasan jumlah praktisi manajemen risiko yang kompeten di internal dan permasalahan lainnya yang lebih mendesak menjadi tantangan terbesar dalam peningkatan kapasitas pengelolaan risiko.
Potret Risiko pada Sektor Jasa Keuangan dan Sektor Riil Tahun 2023
Unduh IFG Logo IFG Logo
Summary Image