IFG Building
Economic Bulletin

02 Agustus 2022

Regulasi Perbankan Digital dalam Conundrum Inklusi Keuangan dan Inklusi Digital

Publication Image

5 MENIT BACA

Topik Terkait

Tidak ada topik tersedia

Industri keuangan di Indonesia masih bersifat tradisional dengan dominasi fungsi perbankan sebagai tempat penyimpanan uang dibandingkan dengan sumber layanan pembiayaan dan kredit. Saat ini, tingkat inklusi keuangan dan inklusi digital Indonesia masih jauh dibawah rata-rata dunia. Terdapat hubungan korelasi positif antara tingkat digitalisasi dan inklusi keuangan di mana tingkat inklusi keuangan akan meningkat dengan memanfaatkan inovasi yang lahir dari digitalisasi. Studi ini juga menemukan bahwa semakin tinggi tingkat digitalisasi dan inklusi keuangan di suatu negara maka terdapat kecenderungan regulasi terhadap perbankan digital semakin longgar yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi bank digital untuk berinovasi dan berkembang. Belajar dari negara lainnya, Roadmap pembangunan bank digital Indonesia dapat mengadopsi strategi jangka pendek – panjang. Dalam jangka pendek, Indonesia dapat berfokus pada regulasi layanan fisik perbankan digital. Dari segi tata kelola, regulator dapat menetapkan aturan yang mensyaratkan dewan direksi ataupun senior manajer untuk memiliki pengalaman kerja dalam bidang terkait. Untuk jangka menengah dan jangka panjang, Indonesia dapat menerapkan aturan aspek permodalan yang lebih ketat.
Regulasi Perbankan Digital dalam Conundrum Inklusi Keuangan dan Inklusi Digital
Unduh IFG Logo IFG Logo
Summary Image