Extreme volatility, unexpected schocks, dan ketidakstabilan kondisi ekonomi membuat real-time tracking kondisi ekonomi Indonesia menjadi sangat krusial. Menunggu rilis data ±35 hari setelah kuartal selesai atau ±90 hari setelah bulan pertama berakhir tidak lagi memadai;
Real-time tracking Indonesia’s GDP dengan menggunakan model machine learning dan ekonometrik terbukti menghasilkan angka yang cukup akurat. Angka tersebut dapat berperan sebagai Early Warning System (EWS) dalam mengambil keputusan strategis, baik untuk pemerintah maupun stakeholder lainnya.